
Pada zaman Kerajaan Buton, ketika Raja Wakaaka dinobatkan sebagai raja pertama (pertengahan abad XIV), Tari Lariangi mulai diperkenalkan sebagai tarian pelengkapan istana. Artinya, tarian ini hanya dipersembahkan kepada baginda raja untuk menghilangkan rasa letih.
Pada tahun 1674, Kasawari diperintahkan Raja Buton untuk mengajarkan Tarian Lariangi kepada masyarakat, sehingga muncul pepatah, bahwa " Tekahedupa Tenirabu Teandi-Andi Nu Wolio," Artinya, Kaledupa harus dibina serta bantuan dari pemerintah raja Buton disegala macam bidang apa saja, karena pada saat itu Kaledupa urutan kedua dari Kerajaan Buton daratan.
Hj Wa Ode Zaramu (cucu La Ode Cio, eks Panglima Perang dari Kaledupa) mengatakan, Tari Lariangi merupakan tarian yang mengandung makna tersendiri, mulai dari pakaian, nyanyian serta gerakannya. (SUMBER : http://www.radarbuton.com/index.php?act=news&nid=36366)
Tari Lariangi merupakan bentuk tarian hiburan bagi masyarakat, tarian ini biasanya dimainkan oleh dua belas orang gadis remaja desa setempat. Setiap desa memiliki versi yang berbeda baik itu gerakan dan nyanyianya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan guru tari lariangi. Tarian ini sangat eksotik terutama kostumnya. Nama kostum tarian ini sama dengan nama tarian yaitu Lariangi. Lariangi terdiri dari dua suku kata. Lari dan Angi. Lari berarti menghias atau mengukir. Angi berarti orang-orang yang berhias dengan berbagai ornamen untuk menyampaikan informasi, dengan maksud untuk memberikan nasehat.
Dulunya, Lariangi dimainkan di istana raja yang berfungsi sebagai penasehat mengingat semua gerakan dan nyanyianya berisi nasehat serta masalah-masalah hidup. Karena itu, Lariangi diwujudkan dalam gerakan dan nyanyian. Mereka bernyanyi dengan menggunakan bahasa Kaledupa kuno. Saat ini, bahasa ini sudah tidak dipergunakan dalam percakapan sehari-hari.
Klimaks tari lariangi ada dibagian akhir tarian yaitu gerakan yang dinamakan dengan ngifi. Ngifi dilakukan oleh dua orang penari lelaki. Mereka menari mengelilingi dua orang penari perempuan. Ini mengandung maksud, para lelaki, dalam kondisi apapun harus tetap melindungi para perempuan (SUMBER:http://baltyra.com/2009/10/11/tari-lariangi/, http://greatbuton.blogspot.com/2009/08/tari-lariangi.html).
Lagu/ Nyanyian
Coba perhatikan satu nyanyian tari Lariangi ini (nyanyian yang penuh nasehat dan pujian kepada sang pencipta dan raja) :
iamalahu
Iamalahu aulah hura
Buna iamalahu ura
Bisa aidina lasulutanu
Lambikulia ia saihuna abuduluka
Etapene ilabana bente
Etapene ilabana bente
Ladaengkarae …….betakamata
e…..kapala simpomoo omba
e…..kapala simpomoo omba
Ladaengkarae…..musula mea
e…..tombi-tombi na folio
e…..tombi-tombi na folio
ladaengkarae…musulaia
e….polisi na baubau
e….polisi na baubau
ladaengkarae…….le…e…le……
Jenis dan makna lagu Tari Lariangi, Yaitu:
1. Mangu-mangu : lagu wajib
2. Tanaka : Lagu wajib
3. Ialamahu : lagu wajib
4. Doumaraia : nasehat
5. Sailila : percintaan
6. Waindi-indi : Percintaan
7. Ritanjo : percintaan
8. Rongande : Janji palsu
9. Denda aule : untuk para perantau
10. Mamae : percintaan
11. Jojongana : Nasehat hidup
12. Ayonda : Percintaan
13. Salatu : ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta , dll (SUMBER. Indra dan Asrianti)
Pakaian
Setiap pakaian dan aksesoris yang dipakai dalam Tari Lariangi
memiliki makna dan sejarah tersendiri. Ini penjelasan
secara detail tentang pakaian dan aksesoris Tari Lariangi :
1. Panto : Jumlah panto biasanya ada 3 buah yg dilekatkan dik o nde (melambangkan derajat bangsawan)
2. Toboy melambangkan prajurit-prajurit penjaga pasar benteng keraton
3. Hepupu / Konde melambangkan Kerajaan Buton
4. Kamba/bunga konde: melambangkan Pagar Beton Keraton
5. Hebindu/ Sangi-sangi : melambangkan Fatimah (istri Nabi Muhammad SAW). Hebinis bentuknya (Hebindu untuk event nikah, karia dan lariangi)
6. Kalung : melambangkan matahari dan bulan, Naga melambangkan penjaga Benteng Keraton. Susunan kalung dari atas, yaitu : Loma (kupu-kupu), Jaojaonga dan naga
7. Baju (Kombo) : Baju Tari Lariangi berbentuk seperti kelambu dan sangat tipis. Baju Tari Lariangi memiliki historis tersendiri. Tarian ini dulunya khusus ditonton oleh para bangsawan dilakonkan oleh perawan yang bertelanjang didalam kelam bu dengan cahaya seadanya sehingga terlihat seperti tarian wayang hanya bayangan yang ditampilk an (mirip tarian cina di film-film).
8. Sekori dan Gelang-gelang : melambangkan derajat bangsawan. Jumlah gelang-gelang ada 4 ditiap tangan dan sekori hanya berjumlah 1 dan diletakan diatas lengan bagian kiri.
9. Laka/Sarung merah: melambangkan Ratu Wa Kaa-Kaa karena saat dinobatkan menjadi Raja Buton pertama menggunakan sarung merah.
10. Kombo tipis: Melambangkan gadis perawan atau wanita cantik yang sudah menikah
11. Pelapis Kombo berwarna jingga: Melambangkan sore hari
12. Punto/Wuray Nibelo dasar hitam: Melambangkan malam hari
13. Manik-manik putih: Melambangkan cahaya alam
14. Kipas Lariangi: Melambangkan kesejukan di dalam istana kerajaan
15. Saputangan Lariangi: Melambangkan lap keringat Raja Buton (SUMBER. Asrianti, http://www.radarbuton.com/index.php?act=news&nid=36366 )
Sumber foto. om google.com..:D
om ajo sida na blog u ana la...
BalasHapussalam kenal om... te yaku ha mia buranga....
Kaledupa? Ingat Kakek Saya Yang Bernama Sampuaka
BalasHapusnyanyian tari lariangi menggunakan bahasa kuno...
BalasHapusMasih adakah terjemahannya itu supaya bisa di tahu juga maknanya??
siapa sebenarnya pencipta tarian lariangi ini....?
BalasHapusadakah hubungannya dengan sultan NDAANGI TONGK ALLAMU..?